KEMENAG KOTA MEDAN SELENGGARAKAN MQK
(MUSABAQAH QIRAATIL KUTUB) TINGKAT
KUA KECAMATAN DAN PENGHULU
Tentunya
untuk mampu memahami kitab kuning ini dengan baik harus dengan hati dan
kemauan, dan menggali lagi dari orang lain. Banyak ulama-ulama yang berasal
dari daerah tinggal di Kota Medan jadi besar peluang untuk mempelajarinya.
Ke
depan kita harapkan tidak hanya Kementerian Agama saja yang mengadakan lomba
baca kitab ini tetapi juga lembaga-lembaga keagamaan dan oramas-ormas Islam pun
turut melakukan hal yang sama. Sehingga kitab kuning benar-benar mendapat
tempat di hati kaum Muslimin, kata Iwan.
Peserta
yang ikut pada lomba ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari 19 Ka. KUA dan 6
penghulu serta yang bertindak menjadi dewan juri adalah Drs. H. Harmen Nst, MA
(Kanwil Kemenagsu), Drs. H. Sanusi
Lukman, Lc., MA. (IAIN-SU Medan), Drs. H. Abdul Hamid Ritonga, MA. (IAIN-SU
Medan), Husnel Anwar Matondang, MA. (IAIN-SU Medan). Sedangkan kitab yang
diperlombakan adalah Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Mu’in.
Pada
tahun 2011, kata Impun, peserta yang berasal dari Kota Medan H. Sutan Sahrir,
S.Ag. berhasil meraih ranking ke-7 Nasional MQK Kendal Jawa Tengah dari 34 propinsi
se-Indonesia. (AS).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar